Psikoedukasi Emosi dalam Meningkatkan Social Awareness Pemuda Remaja Gereja di Era VUCA

Authors

  • Ruth Caroline Mengga Sekolah Tinggi Teologi Kharisma-Bandung
  • Natal Ria Sekolah Tinggi Teologi Kharisma-Bandung
  • Maria Josephine Mengga Sekolah Tinggi Teologi Kharisma-Bandung
  • Yanto Paulus Hermanto Sekolah Tinggi Teologi Kharisma-Bandung http://orcid.org/0000-0002-5579-0893

DOI:

https://doi.org/10.53547/realcoster.v7i1.519

Abstract

Life in the Vuca era demands sensitivity to rapid changes, including sensitivity in social relations because friction and harsh competition in life make social problems increase. This kind of thing is very likely to be experienced also by church youth. Due to biological factors, at the age of youth, teenagers are very vulnerable to emotional outbursts that can result in the disruption of their relationships with others. Understanding the Word of God about self-control needs to be accompanied by proper education so that the results are maximized it is very important to have emotional education to improve social awareness skills obtained by managing emotions correctly, to minimize conflict in the face of instability in the Vuca era. No emotion is useless, but emotions need to be managed so as not to damage. Therefore, emotional psychoeducation is needed to help recognize emotions and manage them properly. Emotional psychoeducation using quizzes and real-life illustrations and techniques for managing emotions will be very useful in responding to spontaneous emotions to avoid destructive emotional outbursts, including damaging social relationships.

Keywords: emotion psychoeducation; social awareness; vuca; church youth

Abstrak

Kehidupan di era Vuca menuntut kepekaan terhadap perubahan yang cepat, termasuk juga kepekaan dalam relasi sosial karena gesekan dan persaingan hidup yang keras membuat masalah sosial meningkat. Hal seperti ini sangat mungkin dapat dialami juga oleh pemuda remaja gereja. Karena faktor biologis, di usia pemuda remaja sangat rentan meledak secara emosi yang dapat mengakibatkan terganggunya relasi dirinya dengan orang lain. Pemahaman Firman Tuhan tentang penguasaan diri, perlu dibarengi dengan pendidikan yang tepat, agar hasilnya maksimal sehingga penting sekali pendidikan emosi untuk meningkatkan kemampuan social awareness yang didapat dengan pengelolaan emosi yang benar, sehingga dapat meminimalkan konflik dalam menghadapi ketidastabilan di era Vuca. Tidak ada emosi yang tidak berguna, tetapi emosi perlu dikelola agar tidak merusak. Sebab itu diperlukan psikoedukasi emosi yang bermanfaat membantu mengenali emosi serta dapat mengelolanya dengan baik. Psikoedukasi emosi dengan menggunakan kuis serta ilustrasi nyata dan teknik mengelola emosi akan sangat berguna dalam respon emosi spontan sehingga dapat menghidarkan diri dari ledakan emosi yang merusak, termasuk merusak relasi sosial.

Kata Kunci: Psikoedukasi Emosi; Kepekaan Sosial; Vuca; Pemuda Remaja Gereja

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. “Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin, Indonesia, 2022.” Bps.Go.Id. Last modified 2023. https://sensus.bps.go.id/topik/tabular/sp2022/188/1/0.

———. Statistik Pemuda Indonesia 2022. Edited by Budi Santoso, Andhie Mustari, and Yeni Rachmawati. Badan Pusat Statistik, 2022. https://www.bps.go.id/id/publication/2022/12/27/6791d20b0b4cadae9de70a4d/statistik-pemuda-indonesia-2022.html.

Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 3rd ed. Jakarta: Balai Pustaka, 2001.

Geldard, Katryn, and David Geldard. Konseling Remaja. Terjemahan. Pustaka Pelajar, 2011.

Goleman, Daniel. Emotional Intellegence Kecerdasan Emosional. Terjemahan. Gramedia Pustaka Utama, 1996.

———. Social Intelligence : Ilmu Baru Tentang Hubungan Antar Manusia. Gramedia Pustaka Utama, 2007.

Goleman, Daniel, and Cary Cherniss. The Emotionally Intelligent Workplace: How to Select for, Measure, and Improve Emotional Intelligent in Individuals, Groups, And Organizations. 1st ed. San Francisco: Josey Bass, 2001.

Illahi, Ulya, Neviyarni Neviyarni, Azrul Said, and Zadrian Ardi. “Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Perilaku Agresif Remaja Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling.” JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) 3, no. 2 (2018): 68.

Iskandar, Muhaimin, Intan Rahayu, Nursi Diyana, Fadiya Izzatul Jannah, Wanda Dewi Muro Asih, Dali Biman Saputra, Putri Rizky Nopriani, Adriel Rizky Abyurisa, Desti Nadia Utami, and Suci Andini. “Pengaruh Kesehatan Mental Pada Perilaku Remaja Di Era VUCA.” Proceeding Conference on Psychology and Behavioral Sciences 2, no. 1 (2023): 32–37.

Khaliza, Cindy Nur, Besral Besral, Iwan Ariawan, and Herlina J EL-Matury. “Efek Bullying, Kekerasan Fisik, Dan Kekerasan Seksual Terhadap Gejala Depresi Pada Pelajar SMP Dan SMA Di Indonesia: Analisis Data Global School-Based Student Health Survey Indonesia 2015.” Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia 2, no. 2 (2021): 98–106.

Kristiany, Veronica, and Lita Lunanta. “Psikoedukasi Sehat Emosi Di Tengah Pandemi Di Gereja Stanislaus Kostka, Kranggan, Cibubur.” Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS 8, no. 01 (2021).

Mashar, Riana. Emosi Anak Usia Dini Dan Strategi Pengembangannya. Kencana, 2011.

Moningka, Clara, Anissa Kadiyono, and Indah Kuntari. “Life After Graduation.” In Kesiapan Untuk Menghadapi Tantangan Dunia Kerja, edited by Rosida Manurung, 18. 1st ed. Yogyakarta: Zahir Publishing, 2022.

Mulyana, Olievia Prabandini, Umi Anugerah Izzati, Meita Santi Budiani, Ni Wayan Sukmawati Puspita Dewi, Ikhwan Fadlu Fatanzilu, and Dya Wahyu Anggraeni. “Perbedaan Regulasi Emosi Ditinjau Dari Jenis Kelamin Mahasiswa Pada Pandemi Covid-19.” PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi 2, no. November (2020).

Nurkarim, Ikbal. “Profil Ferdy Sambo: Eks Kadiv Propam Polri Yang Divonis.” Tribunnews Kaltim. Last modified 2023. https://kaltim.tribunnews.com/2023/02/13/profil-ferdy-sambo-eks-kadiv-propam-polri-yang-divonis-hukuman-mati-umur-hingga-agama-suami-putri.

Oxford. The Australian Pocket Oxford Dictionary. Edited by W Turner George. 7th ed. Melbourne: Oxford University Press, 1984.

Ratnasari, S., and J. Suleeman. “Perbedaan Regulasi Emosi Perempuan Dan Laki-Laki Di Perguruan Tinggi.” Jurnal Psikologi Sosial (2017): 35–46.

Saskia, Bella, Irly Gusmiarni, Miftahul Jannah, and Miju Destari. “Fenomena Psikologis Mengenai Kesehatan Mental Yang Dialami Oleh Remaja Di Era Vuca.” Proceeding Conference on Psychology and Behavioral Sciences 2, no. 1 (2023): 12–17.

Shin, Y, M Kim, C. Im, and Chong S. “Selfie And Self: The Effect Of Selfies On Self-Esteem And Social Sensitivity.” Personality And Individual Differences III (2017): 139–15.

Straw, Eli. “Social Awareness: What Is It & Why Is It Important?” Mental Coaching. Last modified 2024. https://www.successstartswithin.com/blog/social-awareness.

Tarmizi Thalib, Titin Florentina Purwasetiawatik, Sri Hayati, Meizita Dwi Kristyana, Siti Nur Hasmiatul Ulya, Natalia Tri Iriani Masam, and Kesya Yumna Salsabila. “Psikoedukasi Regulasi Emosi Remaja Pada Siswa SMP Negeri Di Makassar.” Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS 1, no. 5 (2023): 454–460.

Uno, Hamzah B. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Bumi Aksara, 2017.

YouVersion. “Bible Terjemahan Baru.” https://www.bible.com/id/bible/306/JHN.16.20.TB.

Yunia, Siti Anisa Pabela, Liyanovitasari Liyanovitasari, and Mona Saparwati. “Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kenakalan Remaja Pada Siswa.” Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa 2, no. 1 (2019): 55–64.

Additional Files

Published

2024-03-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Psikoedukasi Emosi dalam Meningkatkan Social Awareness Pemuda Remaja Gereja di Era VUCA. (2024). Real Coster : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 45-61. https://doi.org/10.53547/realcoster.v7i1.519