Kepercayaan Musa Dari Perspektif Filsafat Armada Riyanto
DOI:
https://doi.org/10.53547/rdj.v4i1.506Abstract
Belief is the result of a deep and complex relationship that cannot be summed up in simple words because it involves a spiritual journey. One example is faith, a personal relationship between humans and God. In the context of the Old Testament, the prophets, including Moses, were sent by God to guide His people. Despite numerous studies on Moses, research on his belief in God seems to have not fully delved into Moses' spiritual journey. Therefore, this study aims to explore the attitudes of the prophets' belief in God and the influence of Moses' belief on his fulfillment of duties. The research method employs literature review with a qualitative approach. The findings indicate that the presence of prophets in the Old Testament confirms God's involvement in human life and serves as an example for humans to strengthen their spiritual relationship with God. Moses, despite all his struggles, remained steadfast in his belief in God, even though he was not permitted to enter the promised land. This reflects a deep-seated faithfulness and loyalty, even in the face of trials and failures.
Keywords: Bible; Covenant; Faith; Relationship
Abstrak
Kepercayaan merupakan hasil dari hubungan yang dalam dan kompleks, tidak dapat disimpulkan dengan kata-kata sederhana karena melibatkan perjalanan spiritual. Salah satu contohnya adalah iman, hubungan pribadi antara manusia dan Tuhan. Dalam konteks Perjanjian Lama, para nabi, termasuk Nabi Musa, diutus oleh Tuhan untuk membimbing umat-Nya. Meskipun banyak kajian tentang Nabi Musa, penelitian tentang kepercayaannya kepada Tuhan tampaknya masih belum menyentuh sosok Musa dalam perjalanan spritualnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap kepercayaan para nabi kepada Tuhan dan pengaruh kepercayaan Nabi Musa terhadap pelaksanaan tugasnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan para nabi dalam Perjanjian Lama menegaskan keterlibatan Tuhan dalam kehidupan manusia dan menjadi contoh bagi manusia untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Nabi Musa, dengan segala perjuangannya, tetap kokoh dalam kepercayaannya kepada Tuhan, meskipun tidak diizinkan memasuki tanah yang dijanjikan. Ini mencerminkan keteguhan iman dan kesetiaan yang dalam, bahkan dalam menghadapi cobaan dan kegagalan.
Kata Kunci: Alkitab; Iman; Perjanjian; Relasi
Downloads
References
Affani, S. (2017). Rekonstruksi Kisah Nabi Musa dalam al-Quran: Studi Perbandingan dengan Perjanjian Lama. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 12(1), 170. https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v12i1.1259
Chandra, J. B. N.-S. dan J. S. (2018). Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XII (Revisi 201). Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Daniel Boli Kotan, & Kasmudi, M. D. (2013). Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV (Buku Guru). Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Donatus, S. K. (2021). Neo-Kantianisme dan Implikasinya untuk Penelitian Terhadap Agama. Studia Philosophica et Theologica, 21(2), 133–154. https://doi.org/10.35312/spet.v21i2.401
Fikri, M. (2018). Rasionalisme Descartes dan Implikasinya Terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam Muhammad Abduh. Jurnal Tarbawi, 3(2), 128–144.
Firmanto, A. D. (2016). Pemikiran Kristiani Mengenai Ketuhanan. Widya Sasana Publication.
Kompendium Katekismus Gereja Katolik. (2009a). Kompendium Katekismus Gereja Katolik, ed. Konferensi Waligereja Indonesia, Kanisius.
Kompendium Katekismus Gereja Katolik. (2009b). Kompendium katekismus gereja katolik. In K. W. Indonesia (Ed.), Kanisius.
Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, & Bryna Azarine Rozyan. (2023). Relasi Pola Pikir Aristoteles dan Al-Kindi dalam Memahami Hakikat Tuhan. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(1), 41–50. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i1.48958
Munawar-Rachman, B. (2022). Tuhan dan Masalah Kejahatan dalam Diskursus Ateisme dan Teisme. Focus, 3(2), 89–106. https://doi.org/10.26593/focus.v3i2.6081
Pakiding, R. (2020). Kajian Hermeneutika Ulangan 6 : 1-25 Dan Tawaran Teologis Untuk Konteks Masa Kini. In Teologi.
Pareira, B. A. (2004). Abraham Imigran Tuhan dan Bapa Bangsa-Bangsa. Dioma.
Paristiyanti Nurwardani, & dkk. (2016). Pendidikan Agama Katolik untuk Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Riyanto, A. (2013). Menjadi-Mencintai Berfilsafat Teologis sehari-hari (Dwiko (ed.)). Penerbit Kanisius.
Sudarman. (2013). Nabi-nabi Israel Dalam Perjanjian Lama: Sebuah pendekatan sejarah agama. Neliti, 1–16.
Tinambunan, E. R. L. (2014). Kebahagiaan menurut Stoicisme. Seri Filsafat Teologi Widya Sasana, 24(23), 31–41.
Usior, M. (2020). Allah Musa dan Konsep Perjanjian Sinai (Keluaran 19: 1-25).
Wardoyo, G. T. (2021). Jejak-jejak Karya Keselamatan Allah - Pengantar dan Seluk Beluk Kitab Suci Perjanjian Lama (M. Trias (ed.)). PT Kanisius.
Widianto, K. (2017). Sifat Panggilan Allah: Studi Terhadap Panggilan Allah Kepada Abraham Dalam Kejadian 12:1-4. KERUSSO, 2(2), 1–4.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Semua artikel yang diterbitkan dalam REAL DIDACHE: Jurnal Pendidikan Kristen dilindungi oleh hak cipta.
Hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh penulis, sementara jurnal memiliki hak untuk menerbitkan dan mendistribusikan artikel dalam bentuk cetak maupun elektronik.
Artikel dalam jurnal ini dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini memungkinkan pembaca untuk:
-
Mencantumkan nama penulis dan jurnal secara tepat.
-
Menggunakan artikel untuk keperluan nonkomersial.
-
Mendistribusikan karya turunan dengan lisensi yang sama.
Untuk penggunaan di luar cakupan lisensi ini misalnya untuk tujuan komersial atau modifikasi yang tidak sesuai lisensi diperlukan izin tertulis dari penulis atau penerbit jurnal.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai hak cipta atau izin permintaan, silakan hubungi kami melalui situs resmi jurnal atau email redaksi.
