Implementasi Nilai 1 Tesalonika 4:3-5 dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Mengatasi Fenomena Sexting di Kalangan Remaja

Authors

  • Harun Puling Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Jakarta, Indonesia
  • Sandra Rosiana Tapilaha Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53547/8422n364

Keywords:

hermeneutik, pendidikan agama Kristen, pengudusan, remaja, sexting

Abstract

The rapid development of digital technology has created a new social reality that poses significant moral challenges for adolescents, particularly the increasing prevalence of sexting. Sexting not only entails psychological, social, and legal risks but also threatens the moral and spiritual integrity of adolescents in the process of forming their identities. This phenomenon indicates that conventional education alone is insufficient to equip adolescents to face complex digital pressures. This study aims to analyze the implementation of the values of 1 Thessalonians 4:3–5 in Christian Religious Education as a strategy to prevent sexting behavior, emphasizing holiness, self-control, and spiritual awareness. The method employed is a hermeneutical approach, including textual, contextual, and applicative analyses of biblical verses to interpret moral and spiritual meanings and their application in religious education. The findings indicate that integrating holiness values through participatory methods, digital literacy, personal reflection, and family counseling fosters moral resilience, ethical awareness, and self-control among adolescents, making Christian Religious Education effective in developing their character and spirituality in facing digital sexual behavior challenges.

Keywords: Christian religious education; dolescent; hermeneutics; sanctificationl; sexting

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah menciptakan realitas sosial baru yang menimbulkan tantangan moral serius bagi remaja, terutama praktik sexting yang semakin marak. Sexting tidak hanya menimbulkan risiko psikologis, sosial, dan hukum, tetapi juga mengancam integritas moral dan spiritual remaja sebagai individu yang sedang membentuk identitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan konvensional tidak cukup untuk membekali remaja menghadapi tekanan digital yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai 1 Tesalonika 4:3–5 dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai strategi pencegahan perilaku sexting, menekankan prinsip kekudusan, pengendalian diri, dan kesadaran spiritual. Metode yang digunakan adalah kajian hermeneutika, meliputi analisis tekstual, kontekstual, dan aplikatif terhadap ayat-ayat Alkitab untuk menafsirkan makna moral dan spiritual serta penerapannya dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan integrasi nilai kekudusan melalui metode partisipatif, literasi digital, refleksi pribadi, dan konseling keluarga mampu menumbuhkan ketahanan moral, kesadaran etis, dan pengendalian diri remaja, sehingga PAK efektif membina karakter dan spiritualitas mereka dalam menghadapi tantangan perilaku seksual digital.

Kata Kunci: hermeneutik; pendidikan agama Kristen; pengudusan; remaja; sexting

Downloads

Download data is not yet available.

References

(KPAI), K. P. A. I. (2019). Laporan tahunan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. KPAI.

Anjani, F. D., Raharjo, S. T., & Fedryansyah, M. (2022). Faktor Individu Dan Lingkungan Sosial Sebagai Penyebab Perilaku Sexting Di Kalangan Remaja. Share: Social Work Journal, 12(1), 12.

Clark, C. (2001). The Changing Face of Adolescence: A Theological View. Zondervan.

Coyne, S. M., Farhat, T., Horton, M., & Schoen, M. (2021). Media exposure and adolescent sexting. Journal of Adolescent Health, 68(1), 10–16.

Damanik, R., & Yuli, P. (2024). Peranan Pendidikan Kristen Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Di Era Digital. REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, 4(2), 97–111. https://doi.org/10.53547/rdj.v4i2.583

DeVries, M. (2001). Family-Based Youth Ministry. InterVarsity Press.

Gulo, J. (2022). Integrasi nilai kekudusan dalam pendidikan agama Kristen untuk remaja. Bumi Aksara.

Gulo, J. (2023). Pendidikan karakter dan spiritualitas remaja di era digital. Bumi Aksara.

Harefa, R. (2022). Strategi pembelajaran partisipatif dalam Pendidikan Agama Kristen. Perdana Publishing.

Henry, M. (2015). Surat Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 & 2 Tesalonika, 1 & 2 Timotius, Titus, Filemon (S. Yo (Ed.)). Momentum.

Hia, E. P. J., Sono, M. B. E., Gaol, M. C. L., Hombing, E. A. B., Hutabarat, R. T., & Zega, Y. K. (2024). Melindungi Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Kristen dalam Mengelola Penggunaan Gadget dengan Bijak. REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, 4(1), 51–66. https://doi.org/10.53547/rdj.v4i1.521

Hutagalung, T. (2022). Ketahanan moral dan spiritual remaja: Perspektif pendidikan agama. Rajawali Press.

Kaka, D., Kristiani, K., & Cinta, Y. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Kristen. KARDIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 132–144. https://doi.org/10.69932/kardia.v2i2.31

Livingstone, S., & Görzig, A. (2014). When adolescents receive sexual messages on the internet: Explaining experiences of risk and harm. Computers in Human Behavior, 33, 8–15. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.12.021

Manalu, P. (2022). Hermeneutika Alkitab dan pendidikan karakter remaja. Universitas HKBP Nommensen Press.

Messakh, J. J., & Messakh, J. (2023). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Karakter Misi dalam Konteks Globalisasi. REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, 3(2), 74–89. https://doi.org/10.53547/rdj.v3i2.435

Nainggolan, F. (2022). Pengendalian diri remaja melalui pendidikan agama Kristen. BPK Gunung Mulia.

Petersson, L., & Svensson, A. (2022). Ethical challenges in digital youth culture. Journal of Youth Ethics, 14(1), 45–58.

Purba, A. (2022). Integrasi literasi digital dan nilai agama untuk pengendalian perilaku remaja. Perdana Press.

Purba, A. (2023). Pencegahan perilaku seksual daring pada remaja melalui pendidikan agama Kristen. Bumi Aksara.

Ringrose, J., Gill, R., Livingstone, S., & Harvey, L. (2013). A qualitative study of children, young people and ‘sexting.’ Journal of Youth Studies, 16(1), 4–19.

Sainafat, A., & Jotlely, H. (2024). Hubungan Sexting Motivation Dengan Kekerasan Dalam Berpacaran Remaja Di Kota Ambon. Jurnal Ners, 8, 2032–2036.

Setiawan, R., Simanjuntak, E., & Situmorang, H. (2022). Agama dan literasi digital sebagai strategi pengendalian diri remaja. Refika Aditama.

Sianipar, D. (2022). Kolaborasi pendidikan agama dan mentoring remaja di era digital. PT Elex Media Komputindo.

Sihombing, D. (2023). Ketahanan moral remaja di era digital: Perspektif pendidikan agama. Alfabeta.

Silitonga, E. (2024). Nilai-nilai Kristus dalam Pendidikan Holistik. Universitas Kristen Indonesia Press.

Simanjuntak, E. (2023). PAK kontekstual dan aplikasi nilai kekudusan pada remaja. Perdana Publishing.

Situmorang, H., Manalu, P., & Hutagalung, T. (2023). Intervensi edukatif berbasis kekudusan untuk menurunkan praktik sexting. BPK Gunung Mulia.

Terjemahan Baru. (2008). Lembaga Alkitab Indonesia.

Tracy, B. (2017). Sexuality and Spiritual Formation. Baker Academic.

Tuhumury, F. (2022). Hermeneutika Alkitab dan implementasi nilai etis bagi remaja. Rajawali Press.

Tumanggor, F. F., Lubis, R. P., Wangko, C. R., & Zega, Y. K. (2024). Menjinakkan Kenakalan: Strategi Guru PAK di Era Gadget. Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 120–132. https://doi.org/10.53547/realkiddos.v2i2.534

Wells, S. (2011). Improvisation: The Drama of Christian Ethics. Baker Academic.

Yusoff, N., & Zakaria, N. (2022). Sexting behavior among adolescents in digital society. Malaysian Journal of Youth Studies, 10(1), 117–130.

Zuchdi, H., & Nugraha, A. (2022). Digital literacy and moral values in youth: A Christian approach. International Journal of Digital Theology, 5(1), 45–56.

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles