Generasi yang Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Pengabdian di Era Industri 4.0

Authors

  • Andrias Pujiono Sekolah Tinggi Teologi Syalom, Bandar Lampung
  • Carolina Etnasari Anjaya Sekolah Tinggi Teologi Ekumene, Jakarta
  • Yonatan Alex Arifianto Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.53547/diegesis.v5i1.143

Abstract

Industrial era 4.0 contains challenges and opportunities. But behind this condition, there are believers, including Christian Religious Education (PAK) teachers and pastors who are stuttering about technology. Instead of studying or catching up, many scholars hide behind their age, limited facilities, and other factors. But in fact, it is mostly caused by a reluctance to learn. In fact, in order to meet the needs of this era, superior humans are needed. These advantages include skills or optimal conditions in faith, knowledge, and devotion. The qualitative descriptive method is the approach used in this article. This article aims to describe the meaning of the superior generation in the industrial era 4.0 and how to achieve it. In the conclusion, it is explained that a superior person will develop faith, and knowledge and try to make a greater contribution to the Christian faith community and society at large. Being such a person in the era of the industrial revolution 4.0 is increasingly easy to achieve through the use of technology and a new basic mindset, namely: a growth mindset. Reluctance to grow to become a superior person is unfair behavior. Individuals who stagnate will sink into laziness or a reluctance to learn and change. Personal excellence never stops the process, and it will have a significant impact on the world.

 

Abstrak

Era industri 4.0 memuat tantangan dan kesempatan. Namun, balik kondisi itu terdapat umat percaya, termasuk guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan pendeta yang gagap terhadap teknologi. Alih-alih belajar atau mengejar ketertinggalan, banyak sarjana yang bersembunyi dibalik faktor umur, terbatasnya fasilitas dan faktor lainnya. Namun, hal itu lebih banyak disebabkan oleh keengganan untuk belajar. Padahal agar dapat memenuhi kebutuhan era ini, dibutuhkan manusia unggul. Keunggulan tersebut meliputi kecakapan atau kondisi optimal dalam iman, ilmu dan pengabdian. Metode deskriptif kualitatif merupakan pendekatan yang dipergunakan dalam artikel ini. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan makna generasi unggul di era industri 4.0 dan bagaimana cara mencapainya. Dalam kesimpulan dipaparkan bahwa pribadi unggul akan mengembangkan iman, ilmu dan berusaha memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap komunitas iman Kristen dan masyarakat luas. Menjadi pribadi yang demikian di era revolusi industri 4.0 semakin mudah tergapai melalui pemanfaatan teknologi dan sebuah dasar pola pikir baru yaitu: mindset tumbuh. Sikap enggan bertumbuh untuk menjadi pribadi yang unggul adalah tindakan tidak adil; sebaliknya, yang malas dan enggan belajar akan menjadi mandek atau mengalami kemandekan. Pribadi yang unggul tidak pernah berhenti berproses dan hal itu akan memberi dampak signifikan bagi dunia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiprasetya, Joas. Labirin Kehidupan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

Agustina, Sinta. “KKP | Kementerian Kelautan Dan Perikanan,†2021.

B.S, Abdul Wachid, and Dewandaru Ibrahim Senjahaji. “Respons Mahasiswa Dalam Memandang Karya Dosen Iain Purwokerto.†Jurnal Penelitian Agama 18, no. 1 (2017): 66–86. https://doi.org/10.24090/jpa.v18i1.2017.pp66-86.

Baskoro, Paulus Kunto. “Landasan Psikologis Pendidikan Kristen Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Kristen Masa Kini.†Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) 1, no. 1 (2020): 47–67. https://doi.org/10.52489/jupak.v1i1.6.

Christopher Day. A Passion for Teaching. New York: RoutledgeFarmer, 2004.

D, Siti Nurul Intan Sari, and Sylvana Murni D Hutabarat. “Pendampingan Penggunaan Media Sosial Yang Cerdas Dan Bijak Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik.†Diseminasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 1 (2020): 34–46. https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v2i1.754.

Dweck, Carol S. Mindset. Tanggerang Selatan: BACA, 2020.

Faulinda Ely Nastiti, Aghni Rizqi Ni’mal ‘Abdu. “Kesiapan Pendidikan Indonesia Menghadapi Era Society 5.0.†Edcomtech 5, no. 1 (2020): 61–66.

Groome, Thomas H. Christian Religious Education-Pendidikan Agama Kristen. 1st ed. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 2010.

Handayani, Ni Nyoman Lisna, Ni Ketut Erna Muliastrini, Putu Bayu Ariska Putra Gotama, and Ni Made Karnitawati. “Pembelajaran Era Disrupsi Menuju Era Society 5 . 0 (Telaah Perspektif Pendidikan Dasar).†Jurnal Lampuhyang 12, no. 1 (2021): 79–91.

Heryjanto, Andreas. “Peran Visi Bagi Kelanggengan Bisnis Keluarga.†Praxis 2, no. 1 (2019): 30. https://doi.org/10.24167/praxis.v2i1.2104.

Jpnn.com. “100 PNS Di Daerah Ini Ijazahnya S1 Tapi Kuliah Hanya 6 Bulan - Jabar Di Daerah JPNN.Com,†2015.

Kemendikbud. “Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan » Republik Indonesia,†2017.

Mau, Marthen. “Kajian Manfaat Alkitab Menurut 2 Timotius 3: 16 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini.†Manna Rafflesia 7, no. 2 (2021): 235–57.

Mayumi Fukuyama. “Society 5.0: Aiming for a New Human-Centered Society.†Japan SPOTLIGHT, no. August (2018): 8–13.

Reditya, s Tito Hilmawan. “5 Teknologi Teratas Revolusi Industri 4.0 Halaman All - Kompas.Com,†2021.

Risdianto, E. “Analisis Pendidikan Indonesia Di Era Revolusi Industri 4.0.†Akademia, 2019.

Rusli, Aloysius, Benny Suprapto Brotosiswojo, and Paulus Karta Wijaya. “Dialog Ilmu Dan Iman: Suatu Pendekatan Dan Cara Realisasinya.†Research Report - Engineering Science 11, no. 2 (2013): 242762.

Suryanti, Suryanti, and Lina Wijayanti. “Literasi Digital: Kompetensi Mendesak Pendidik Di Era Revolusi Industri 4.0.†EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar 2, no. 1 (2018): 1–9.

Toer, Pramoedya Ananta. Bumi Manusia. 36th ed. Jakarta: Lentera Dipantara, 2020.

Wahyudi, Tian. “Strategi Pendidikan Akhlak Bagi Generasi Muda DI Era Disrupsi.†TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam 3, no. 2 (2020): 141–61.

Yotham, Yohanes. “Iman Dan Akal Ditinjau Dari Perspektif Alkitab.†Jurnal Simpson: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2015.

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.†Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167.

Zulfiati, Heri Maria. “Pendidikan Karakter Perspektif Ki Hadjar Dewantara Dalam Membentuk Generasi Unggul Era Revolusi Industri 4.0.†In Prosiding Seminar Nasional PGSD UST, Vol. 1, 2019.

Downloads

Published

07/04/2022

Issue

Section

Articles

How to Cite

Generasi yang Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Pengabdian di Era Industri 4.0. (2022). DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 5(1), 9-18. https://doi.org/10.53547/diegesis.v5i1.143