Hakikat Kemiskinan Menurut Montfort Dan Relevansinya Bagi Kehidupan Umat Katolik Di Indonesia

Authors

  • Yakobus Syukur Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang
  • Antonius Denny Firmanto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

DOI:

https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i1.523

Abstract

This research aims to explore the nature of poverty according to Montfort and its relevance to the lives of Catholic communities in Indonesia. Poverty is often associated with living in discomfort, injustice, unhappiness, a life of scarcity, and a lack of material wealth to meet one's needs. This common paradigm needs to be examined more deeply using the surgical tool of the nature or spirituality of poverty according to Montfort. The research employs a literature review methodology. The study reveals that Montfort's spirituality of poverty highlights the ability to fulfill responsibilities and live responsibly, especially by engaging with others and paying attention to the needs of many, particularly those who are poor and marginalized. The use of material wealth is emphasized not for worldly pleasures but as a necessary means to support life. The relevance of Montfort's teachings in the context of how Catholics in Indonesia experience their religious life can be seen in three essential attitudes. Firstly, poverty is considered a means to attain holiness. Secondly, poverty is viewed as an effort in service and solidarity. Thirdly, poverty is seen as a means to guide the community towards the virtues of spiritual life.

Keywords: God; Catholic church; poverty; humanit; Montfort

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hakikat kemiskinan menurut Montfort dan relevansinya bagi kehidupan umat Katolik Indonesia. Kemiskinan kerapkali diidentikkan dengan hidup dalam ketidakadilan, ketidakbahagiaan, hidup yang serba kekurangan, serta hidup yang tidak berharta (hartanya tidak mencukupi kebutuhannya). Paradigma umum ini perlu dikaji lebih dalam dengan menggunakan pisau bedah hakikat atau spiritualitas kemiskinan menurut Montfort. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Kajian ini menemukan bahwa spiritualitas kemiskinan menurut Montfort menunjukkan kesanggupan untuk menjalankan tugas dan hidup secara bertanggung jawab, terlebih terpanggil untuk terlibat dalam hidup dengan orang lain serta menaruh perhatian kepada kebutuhan banyak orang, khususnya bagi mereka yang miskin dan terlantar serta dalam penggunaan harta benda bukan untuk menjadi kesenangan duniawi melainkan diperlukan untuk menunjang hidup. Relevansi ajaran Montfort dalam konteks bagaimana umat Katolik di Indonesia menghayati kehidupan agamanya dapat dilihat dalam tiga sikap penting. Pertama, kemiskinan merupakan sarana menuju kekudusan. Kedua, kemiskinan adalah upaya pelayanan dan solidaritas. Ketiga, kemiskinan adalah sarana untuk menghantar umat kepada keutamaan hidup rohani.

Kata Kunci: Allah; gereja katolik; kemiskinan; manusia; Montfort

Downloads

Download data is not yet available.

References

Considine, Wiliam. Berjalan Bersama-sama...Mengikuti Jejak Para Rasul yang Miskin. Diedit oleh Wim Peeters. Roma: Company of Mary, 2005.

Coyle, Katheen. Mary In The Christian Tradition. Quezon City: Claretian, 1993.

Dister, Nico Syukur. Pengantar Teologi. Yogyakarta: Kanisius, 2020.

Embuiru, Herman. Sejarah Gereja Sepanjang Masa. Ende: Nusa Indah, 1971.

Gutiérrez, Gustavo. A Theology of Liberation. New York: Wiley Online Library, 1988. https://doi.org/10.14452/MR-036-03-1984-07_11.

Handoko, Heri. “Pengaruh Kemiskinan Terhadap Perilaku Keberagaman Masyarakat Pemulung: Studi Terhadap Masyarakat Pemulung Jalan Mawar, Ciputat, Tangerang Selatan.” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018.

Hectermans, Hub. Seluruhnya atau Tidak Sama Sekali. Diedit oleh Serikat Maria Montfortan. Bandung: Pusat Spiritualitas Marial, 2005.

Helwig, W.L. Sejarah Gereja Kristus 3. Yogyakarta: Kanisius, 1985.

Karyanto, Andrian Widi. “Spiritualitas Kemiskinan Imam Diosesan di Tengah Tantangan Masa Kini.” Melintas 37, no. 3 (2021): 325–346.

Kwirinus, Dismas, dan Heribertus Peri. “Menjadi Gereja Kaum Miskin:Suatu Refleksi Teologi dan Dialog Antara Gerejadan Kaum Miskin dalam Konteks Kemiskinan di Indonesia.” Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral 07, no. 02 (2023): 1–16.

Lejiu, Margareta Bulan. “Pengaruh Penghayatan Kaul Kemiskinan Terhadap Persaudaraan Suster-suster Misi dan Adorasi dari Santa Familia di Indonesia.” Universitas Sanata Dharma, 2014.

Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka setia, 2011.

Maria, Para Misionaris Serikat. Monfortan Masa Kini. Bandung: Serikat Maria Montfortan, 2020.

De Montfort, Louis-Marie Grignion. Bakti Sejati Kepada Maria. Diedit oleh Arnold Suhardi. Malang: PSMM, 2019.

Mulyono, Yohenas Bambang. “Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif Iman Kristen.” https://yohanesbm.com/pengentasan-kemiskinan-dalam-perspektif-iman-kristen.

Musanai, Stefanus. “Hakikat Kebahagiaan Kristiani: Sebuah Tinjauan Teologis dalam Terang Pemikiran Santo Louis Marie Grignion de Montfort.” STFT Widya Sasana, 2009.

Pieris, Aloysius. “Political Theologies in Asia. In The Wiley Blackwell Companion to Political Theology.” In Chichhester, diedit oleh John Wiley dan Sons, 250–263, 2018. https://doi.org/10.1002/9781119133759.ch18.

Smith, S. “Voices from the Margin: Interpreting the Bible in the Third World.” Mission Studies 26, no. 1 (2009): 103–104. https://doi.org/10.1163/157338309X450165.

Suseno, Frans Magnis. “Kekuasaan, Homoseksualitas, Kemunafikan?” Majalah Rohani, 2019.

Viktorahadi, R.F. Bhanu. “Cara Pandang Gereja terhadap Kemiskinan dan Pembangunan.” Hanifiya: Jurnal Studi Agama-agama 4, no. 2 (2021): 155–166.

Wibisono, M.Y. Agama dan Resolusi Konflik. Bandung: Lekkas dan FKP2B, 2021.

Published

06/27/2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hakikat Kemiskinan Menurut Montfort Dan Relevansinya Bagi Kehidupan Umat Katolik Di Indonesia. (2024). DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 7(1), 34-54. https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i1.523