Kajian Teologis tentang Pembedaan Gender dan Hak Waris Suku Batak Toba serta Implikasinya di Perantauan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i2.624

Abstract

The Batak Toba tribe applies a patrilineal kinship system passed down from generation to generation. And if, in the current context, gender differentiation and inheritance rights that are more dominant for men than women are still rigidly applied, it is not following the position of women as God's creatures who are equal to men. In addition, this does not follow human rights. The study aims to explain gender differentiation and the granting of actual inheritance rights in a theological study. This study provides a practical solution for customary leaders in the community to adapt and adjust Biblical values. The research method uses a qualitative ethnographic approach. The results are [1] The Bible explicitly provides gender equality and inheritance rights to men and women based on the love of God the Father. [2] The patrilineal kinship system should undergo significant adaptation and value adjustments in the diaspora. [3] The church guides church members and is socialized to the leaders of clan holders in the diaspora.

Keywords: Toba Batak; gender; female; Parents; patrilineal

Abstrak

Suku Batak Toba menerapkan sistem kekerabatan secara patrilineal turun-temurun dengan pembedaan gender dan hak waris yang lebih dominan kepada anak laki laki daripada perempuan. Penerapan secara kaku tentu tidak sesuai dengan kedudukan perempuan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang setara dengan laki laki. Selain itu tidak sesuai dengan hak azasi manusia itu sendiri. Tujuan penelitian adalah menjelaskan dalam kajian teologis tentang pembedaan gender dan pemberian hak waris yang sebenarnya dan kontektualisasi penerapannya kepada masyarakat suku ini yang tinggal di perantauan. Penelitian ini memberikan solusi praktis kepada masyarakat tersebut untuk beradaptasi dan melakukan penyesuaian nilai secara Alkitabiah.  Penelitian dengan pendekatan kualitatif etnografi. Hasil nya adalah [1] Alkitab secara tegas memberikan kesetaraan gender dan hak waris kepada laki laki dan perempuan berdasarkan kasih Allah Bapa. [2] Sistem kekerabatan patrilineal sebaiknya perlu mengalami adaptasi dan penyesuain nilai yang significant di perantauan. [3] Gereja memberi pembinaan kepada warga gereja dan disosialisasikan kepada para pimpinan pemegang marga di perantauan.

Kata kunci: Batak Toba; gender; Perempuan; Orangtua; patrilineal

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Marulam Simangunsong, Sekolah Tinggi Teologi Real Batam
    Departemen Teologi
  • Joni Manumpak Parulian Gultom, Sekolah Tinggi Teologi Real Batam
    Departemen Teologi

References

_______. “Yurisprudensi.” Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2018. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/yurisprudensi/detail/11e93a313416280ab9c0303834343231.html.

Alesyanti. “Cultural Study on Domestic Violence in Batak Community.” Italian Sociological Review 9, no. 1 (2019): 97–117. https://www.proquest.com/scholarly-journals/cultural-study-on-domestic-violence-batak/docview/2186072411/se-2.

Boololo, Fauduzanolo, Gusmayeni Telaumbanua, Riska Fitriani, and David Eko Setiawan. “Spiritualitas Gembala Sidang Dan Implikasinya Bagi Keteladanan Pembinaan Warga Gereja [Pastoral Spirituality and Its Implications for Exemplary Development of Church Members].” Caraka 2, no. 2 (2021): 161–174.

Dalimunthe, Irwan Saleh, and Agus Salim Lubis. “Hamoraon, Hagabeon & Hasangapon As The Basic Philosophy In Educating Children.” El Harakah 21, no. 2 (2019): 199–215. https://www.proquest.com/scholarly-journals/hamoraon-hagabeon-amp-hasangapon-as-basic/docview/2344872047/se-2.

Firmando, Harisan Boni. “Sistem Kepemimpinan Tradisional Dalam Masyarakat Batak Toba Dan Relevansinya Di Tapanuli Bahagian Utara (Analisis Sosiologis).” Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) 3, no. 2 (2020): 114–133.

Gultom, Ibrahim. Agama Malim Di Tanah Batak. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Gultom, Joni Manumpak Parulian, Pramini, and Martina Novalina. “Spiritualitas Egaliter Mengantisipasi Eksklusivitas Budaya Di Lingkungan Gereja Pada Wilayah Sumba Timur: Refleksi Teologis Filipi 2:1-8.” Kurios 8, no. 1 (2022): 147–162.

Hadikusuma, Hilman. Hukum Waris Adat. Kelima. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.

Hutabarat, Diana Anastasia. “Strategi Perempuan Dalam Dominasi Sistem Patriarki Batak Toba.” Journal Of Political And Government Studies 8, no. 2 (2019): 1–15.

Irianto, Sulistyowati. Perempuan Diantara Berbagai Pilihan Hukum. Kedua. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor, 2005.

Kartika Sari, Erlina. “Jurnal Hukum Dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol. 2, No.3, September 2021 428.” Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah 2, no. 3 (2021): 428–446.

Marbun, M.A.dan Hutapea, and I.M.T. Kamus Budaya Batak Toba. Jakarta , Balai Pustaka. Jakarta: Balai Pustaka, 1987.

Napitupulu, Edrol. “Mengenal Filosofi Budaya Batak Toba: Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon.” Edrolnapitupulu.Com, 2018. Accessed July 12, 2022. https://www.edrolnapitupulu.com/2018/03/07/mengenal-filosofi-budaya-batak-toba-hamoraon-hagabeon-hasangapon/.

Nugroho, Sigit sapto. Pengantar Hukum Waris Adat. Edited by Anik Tri Haryati. Revisi. Klaten: Lakeisha, 2020.

Nurjannah, and R Dewi. “The Role of Batak Tobanese Women as Parrengge-Rengge to Enhance the Living Standards of Family at Pajak Horas in Pematang Siantar City.” IOP Conference Series. Earth and Environmental Science 126, no. 1 (March 2018): 1–8. https://www.proquest.com/scholarly-journals/role-batak-tobanese-women-as-parrengge-rengge/docview/2558759418/se-2.

Nurmansyah, Gunsu, Nunung Rodliyah, and Recca Ayu Hapsari. Pengantar Antropologi; Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. Bandar Lampung: AURA, 2019.

Petrus Lakonawa. “Agama Dan Pembentukan Cara Pandang Serta Perilaku Hidup Masyarakat.” Humaniora 4, no. 2 (2013): 790–799.

Purba, Elvis Fresly, and Lastri Lastri. “Pengaruh Upa Tulang, Jumlah Ulos, Pekerjaan, Dan Pendidikan Terhadap Sinamot: Kasus Perkawinan Batak Toba Di Medan.” Jurnal Manajemen dan Bisnis 21, no. 2 (2021): 305–318. http://www.ejournal.ust.ac.id/index.php/JIMB_ekonomi/article/view/1416.

Rahman, Ratnah, S Sos, and M Si. “Peran Agama Dalam Masyarakat Marginal.” Sosioreligius 4, no. 1 (2019): 80–89.

Ruslan, Ismail. “Nilai Anak Dalam Perspektif Masyarakat Multi Etnik Dan Agama.” Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 2017 8, no. 2 (2017): 18–33.

Sianipar, Desi. “Kepemimpinan Pendeta Perempuan Di Lingkup Sinodal (GPIB).” Shanan 2, no. 2 (2018): 131–158.

Sihombing, T M. Jambar Hata. Medan: Tulus Jaya, 1985.

Simangunsong, Marulam. Wawancara Tidak Terstruktur. Tanjung Pinang, 2022.

Siregar, Mangihut. “Ketidaksetaraan Gender Dalam Dalihan Natolu.” Jurnal Studi Kultural 3, no. 1 (2018): 13–15.

Sutrisno, Mudji, and Hendar Putranto. Teori-Teori Kebudayaan Sutrisno,Mudji & Hendar Putranto. Edited by Mudji Sutrisno and Hendar Putranto. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisus, 2005.

Vergouwen, J. C. Masyarakat Dan Hukum Adat Batak Toba. Edited by Fuad Mustafid. Pertama. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 2004.

Wassar, Sarah. “Tinjauan Teologi Pelayanan Perempuan.” Apokalupsis 12, no. 1 (2021): 19–32.

Wijaya, Elkana Chrisna. “Perdebatan Peranan Wanita Dalam Organisasi Kristen :” Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 2 (2017): 103–117.

Zainal Abidin Bagir, AA GN Ari Dwipayana, Mustaghfiroh Rahay, Trisno Sutanto, Farid Wajidi. Pulralisme Kewargaan. Yogyakarta: Program Studi Agama Dan Lintas Budaya Universitas Gajah Mada, 2011.

Zidane Tumbel. “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Hak Budaya Masyarakat Adat Dalam Perspektif Hukum Hak Asasi Manusia.” LEX ET SOCIETATIS 8, no. 1 (2020): 5–15.

Published

12/16/2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kajian Teologis tentang Pembedaan Gender dan Hak Waris Suku Batak Toba serta Implikasinya di Perantauan. (2024). DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 7(2), 184-202. https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i2.624