Menstimulasi Kecerdasan Anak Melalui Permainan Gici-Gici
DOI:
https://doi.org/10.53547/realkiddos.v2i1.444Abstract
Early childhood development depends on the ability to stimulate brain neurons (nerves) at age (0-8 years), while brain development stops at the age of 18 years. If neurons are not stimulated, they will experience shrinkage which result in a person’ intelligence level. The crucial peak in providing brain stimulation for children is in the early age range, namely 0-8 years, where at the age of 8 years their development reaches 80 percent. This research aims to find and explain the gici-gici games in stimulating early childhood intelligence. The research method uses descriptive qualitative research. Gici-gici games are traditional educational game that can be used in stimulating early childhood intelligence. As a result, playing gici-gici games can increase multiple intelligences.
Keywords: gici-gici game; traditional educational games; early childhood; multiple intelligences; neurology
Abstrak
Perkembangan anak usia dini tergantung pada kemampuan menstimulasi neuron (syaraf) otak pada usia (0-8 tahun), sedangkan perkembangan otak berhenti pada usia 18 tahun. Jika neuron tidak terstimulasi, akan mengalami penyusutan yang berakibat pada tingkat kecerdasan seseorang. Puncak krusial dalam memberikan stimulasi otak anak berada pada rentang usia dini, yaitu 0-8 tahun, di mana pada usia 8 tahun perkembangannya mencapai 80 persen. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menjelaskan tentang permainan gici-gici dalam menstimulasi kecerdasan anak usia dini. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Permainan gici-gici adalah permainan edukatif tradisional yang dapat digunakan dalam menstimulasi kecerdasan anak usia dini. Hasilnya, permainan gici-gici dapat meningkatkan kecerdasan majemuk (multiple intellegences).
Kata Kunci:permainan gici-gici; permainan edukatif tradisional; anak usia dini; kecerdasan majemuk; neurologiDownloads
References
Amstrong, T. (2002). 7 Kinds of Smart. Menemukan dan Meningkatkan Kecerdasan Anda Berdasarkan Teori Multiple Intelligence. Gramedia Pustaka Utama.
Andriani, T. (2012). Permainan Tradisional Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini. Jurnal Sosial Budaya, 9(1), 121–136.
Anggriani, M., Ali, M., & Lukmanulhakim. (2021). Permainan Tradisional Engklek Untuk Pengembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini di Desa Simpang Tiga Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 10(03), 1–8.
Apriani, D. (2009). Penerapan Permainan Tradisional Engklek Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B RA Al Hidayah 2 Tarik Sidoarjo. Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, 1–13.
Badu, R. (2011). Pengembangan Model Pelatihan Permainan Tradisional Edukatif Berbasis Potensi Lokal Dalam Meningkatkan Kemampuan Dan Keterampilan Orang Tua Anak Usia Dini Di Paud Kota Gorontalo. Penelitian Dan Pendidikan, 8 Nomor 1, 70–77.
Daniswari, D. (2022, February 21). Permainan Engklek: Sejarah, Cara Bermain, Manfaat, dan Alat yang Digunakan. Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2022/02/21/135943678/permainan-engklek-sejarah-cara-bermain-manfaat-dan-alat-yang-digunakan?page=all
Febriani, D., Tarmansyah, & Damri. (2015). Efektivitas Permainan Engklek Untuk Mengenalkan Konsep Huruf Vokal Bagi Anak Berkesulitan Belajar. E-JUPEKhu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 4(1), 15–26.
Febriyanti, C., Prasetya, R., & Irawan, A. (2018). Etnomatematika Pada Permainan Tradisional Engklek Dan Gasing Khas Kebudayaan Sunda. Barekeng: Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 12(1), 1–6. https://doi.org/10.30598/vol12iss1pp1-6ar358
Firdausyi, A. N., Noormawanti, N., & Marlisa, L. (2022). Membangun Multiple Intelligences Anak Usia Dini Dalam Merdeka Belajar. Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian Lppm Um Metro, 7(2), 241. https://doi.org/10.24127/jlpp.v7i2.2416
Gunawan, A. W. (2007). Genius Learning Strategy: Petunjuk Praktis Untuk Menerapkan Accelerated Learning. Gramedia Pustaka Utama.
Hapidin, & Yenina. (2016). Pengembangan model permainan tradisional. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 10(2), 201–212.
Herdayanti, & Watini, S. (2021). Penerapan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kecerdasan Majemuk Pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6222–6227.
Hidayat, A., & Maesyaroh, S. S. (2022). Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 1(5), 356. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v1i5.159
Hidayatuladkia, S. T., Kanzunnudin, M., & Ardianti, S. D. (2021). Peran Orang Tua dalam Mengontrol Penggunaan Gadget pada Anak Usia 11 Tahun. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 5(3), 363. https://doi.org/10.23887/jppp.v5i3.38996
Janah, A. I., & Diana, R. (2023). Dampak Negatif Gadget pada Perilaku Agresif Anak Usia Dini. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 21–28. https://journal.uir.ac.id/index.php/generasiemas/article/view/9365
Khasanah, I., Prasetyo, A., & Rakhmawati, E. (2011). Permainan Tradisional Sebagai Media Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Penelitian PAUDIA, 1(1), 91–105.
King, L. A. (2010). Psikologi Umum. Salemba Humanika.
Komara, E. (2016). Belajar dan Pembelajaran Interaktif. Refika Aditama.
Maharani, J. F. (2017). Pengaruh Kegiatan Bermain Clay Tepung Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Kelompok A di PAUD Alang-alang. Realita: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 2(2).
Malay, D., & Armaini. (2020). Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Bangun Datar Melalui Permainan Engklek Pada Anak Diskalkulia. Indonesian Journal of Instructional, 1(1), 39–45.
Masliati, T., & Maswiati, W. (2020). Upaya Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Melalui Permainan Tradisional Engklek Pada Anak Usia Dini Di Kelompok A Raudhatul Athfal Nurul Iman Cijawa Kota Serang. Pelita Calistung, 01(02), 46–52.
Ngilawajan, D. A. (2019). Kajian Nilai Peluang Dalam Permainan Gici-Gici Sorong. Barekeng: Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 13(2), 113–124.
Nopiana, Nurfarida, I., & Suryadi. (2020). Peningkatan Spatial Visual Intelligence Melalui Kegiatan Bermain Engklek. Jurnal Tunas Cendekia, 3(2), 139–150.
Pasiak, T. (2007). Brain Management for Self Improvement. Mizan.
Prasetya, D. S. B., Lo, E. J., Prang, S. L., Gunawan, & Harefa, O. (2022). Reaching Digital Natives People : A Phenomenology Study. 669(Iconthce 2021), 91–95.
Samosir, E. Z., Harefa, D., Sinaga, E., Megariana, & Sidabutar, D. L. (2023). Mengembangkan Pembelajaran PAIKEM pada Anak Usia 6-13 Tahun di Gereja Isa Al-masih. Real Kiddos : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 124–138.
Sander, R. (n.d.). 6 Benefit of Educational Toys for Kids’ Development. Playground Professional. Retrieved August 22, 2023, from https://playgroundprofessionals.com/play/toys/6-benefits-educational-toys-kids-development
Saputra, N. E., & Ekawati, Y. N. (2017). Permainan Tradisional Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Dasar Anak. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 48–53. https://scholar.google.com/scholar?start=10&q=permainan+tradisional&hl=id&as_sdt=0,5
Seelfeldt, C., & Wasik, W. A. (2008). Pendidikan Anak Usia Dini. PT. Indeks.
Sendari, A. A. (2023, June 26). Fungsi Otak Kanan dan Kiri yang Punya Peran Berbeda. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/hot/read/5309950/fungsi-otak-kanan-dan-kiri-yang-punya-peran-berbeda?page=3
Supradewi, R. (2010). Otak, Musik, Dan Proses Belajar. Buletin Psikologi, 18(2), 58–68. https://www.google.co.id/search?safe=strict&hl=id&biw=1536&bih=750&sxsrf=ALeKk00mLDPEkXeWe5eYDj_Qb18fcDaLbg%3A1589093267427&ei=k6O3XsjaGdiR9QPw7ahI&q=penelitian+hubungan+musik+dengan+gelombang+alfa&oq=penelitian+hubungan+musik+dengan+gelombang+alfa&gs_lcp
Susanti, S. E. (2021). Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 2(1), 53–60. https://doi.org/10.33650/trilogi.v2i1.2785
Downloads
Published
Issue
Section
License
All articles published in Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini are protected by copyright. The copyright is retained by the authors, while the journal holds the right to publish and distribute the articles in both printed and electronic formats.
Articles published in this journal are licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). This license permits readers to:
-
Properly attribute the name of the author(s) and the journal.
-
Use the articles for non-commercial purposes only.
-
Distribute derivative works under the same license terms.
For uses beyond the scope of this license, such as commercial purposes or modifications that do not comply with the license terms, users must obtain prior written permission from the author(s) or the journal publisher.
For further copyright information or to request permission, please contact us through the journal’s official website or via email support.