Screen Free Parenting  dengan Kegiatan Alternatif yang Kreatif bagi Orang Tua Kristen dalam Membimbing Anak Usia Dini

Authors

  • Serepina Yoshika Hasibuan Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung, Indonesia
  • Sarah Gracia Lumbantobing Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung, Indonesia
  • Yafarman Zai Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung, Indonesia
  • Olwin Rivi Gosal Riverside Church Denver Colorado, United States of America

DOI:

https://doi.org/10.53547/jj5b0p50

Keywords:

alternatif kreatif, gawai, pendidikan anak usia dini, perspektif kristen, teologi anak

Abstract

The increasing use of digital devices among young children has created a dilemma in Christian family parenting. Parents often choose the practicality of giving gadgets to calm or distract their children, despite being aware of the potential negative impacts. This condition highlights the need for an alternative approach to parenting that not only protects children from digital risks but also nurtures their growth in love and faith. This study aims to formulate a screen-free parenting approach by integrating child development theories and Christian theology.The research method employed a literature study by analyzing Piaget’s preoperational stage, Erikson’s psychosocial needs, and the theological concept of Imago Dei (Gen. 1:27). Additional literature reviewed includes recommendations from the WHO and the American Academy of Pediatrics regarding screen time limitations for young children. The results show that children need love, identity, and meaningful relationships that cannot be replaced by digital interactions. Face-to-face family engagement through conversation, prayer, Bible reading, and creative activities is more effective in fostering empathy, spirituality, and the wholeness of a child’s personality. The conclusion emphasizes that screen-free parenting is a contextual alternative approach aligned with Christian values. This study contributes practical guidance for Christian parents to accompany their children in the digital era without relying on gadgets.

Keywords: Christian perspective; creative alternative; gadget; theology of childhood

Abstrak

Penggunaan gawai pada anak usia dini semakin meningkat dan menimbulkan dilema dalam pola asuh keluarga Kristen. Orang tua sering kali memilih kepraktisan dengan memberikan gawai untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak, meskipun menyadari dampak negatifnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya alternatif pengasuhan yang tidak hanya melindungi anak dari risiko digital, tetapi juga menolong mereka bertumbuh dalam kasih dan iman. Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan screen-free parenting dengan mengintegrasikan teori perkembangan anak dan teologi Kristen. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis teori preoperational Piaget, kebutuhan psikososial Erikson, serta konsep teologis Imago Dei (Kej. 1:27). Literatur tambahan yang ditelaah mencakup rekomendasi WHO dan American Academy of Pediatrics mengenai pembatasan paparan layar pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak membutuhkan kasih, identitas, dan relasi bermakna yang tidak dapat digantikan oleh interaksi digital. Relasi tatap muka dalam keluarga melalui percakapan, doa, pembacaan firman, dan aktivitas kreatif lebih efektif dalam menumbuhkan empati, spiritualitas, dan keutuhan diri anak. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa screen-free parenting merupakan pendekatan alternatif yang kontekstual dan sejalan dengan nilai iman Kristen. Temuan ini memberikan kontribusi berupa panduan praktis bagi orang tua Kristen untuk mendampingi anak di era digital tanpa bergantung pada gawai.

Kata Kunci: alternatif kreatif; gawai; pendidikan anak usia dini; perspektif Kristen; teologi anak

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, A., Sandri, M., & Koroh, L. (2022). Model Pembelajaran Pendidikan Keluarga berdasarkan Ulangan 6:4-9 dalam Pembinaan Iman Anak di Era Disruptif. MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 1(2), 176–190. https://doi.org/10.55967/manthano.v1i2.21

Aesong, I. D. (2023). Pola Pengasuhan Anak Di Tengah Maraknya Penggunaan Gadget Children’S Parenting Patterns in the Midst of the Rise Use of Gadgets. Jurnal Pembangunan Daerah, 2, 60–72. https://www.jurnalbrida.sultengprov.go.id/index.php/bomba/article/view/53

Albana, E. (2025). Anak Sehat Tanpa Gadget. Mudanesia.

Ardiyan, M. A. (2025). Paparan Gadget Berlebihan Ancam Tumbuh Kembang Anak, IDAI adalah Interaksi Sosial Langsung Lebih Penting. Beritakini.Co.Id. https://beritakini.co.id/detail/69342/paparan-gadget-berlebihan-ancam-tumbuh-kembang-anak-idai-adalah-interaksi-sosial-langsung-lebih-penting

Boiliu, F. M. (2020). Peran Pendidikan Agama Kristen Di Era Digital Sebagai Upaya Mengatasi Penggunaan Gadget Yang Berlebihan Pada Anak Dalam Keluarga Di Era Disrupsi 4.0. REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, 1(1), 25–38. https://doi.org/10.53547/realdidache.v1i1.73

Chotib, S. H. (2023). Kreasi Mengembangan Imajinasi , Ekspresi Dan Apresiasi Dalam Pembelajaran Seni Lukis Anak. Almurtaja : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 1–9.

Davies, J. (2024). Toddlers Glued to Screens Miss Out on 1,100 ‘critical’ words a day, Study Warns. The Sun.

Erikson, E. H. (1997). The Life Cycle Completed. W.W. Norton & Company.

Fadilah, R., Putri, J. H. E., Nurfaridah, K., & Marselina, L. (2023). Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap Perkembangan Psikososial Anak Menurut Kepribadian Erik H. Erikson. Yasin, 3(5), 800–813. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i5.1409

Fatmawati, F. A. (2023). The Impact of Gadget Use on Early Childhood in Suci Village, Manyar Sub-district. EDUTEC : Journal of Education And Technology, 6(4). https://doi.org/10.29062/edu.v6i4.692

Fernandez, M. (2019). Report Finds Infants and Toddlers Using Screens in “High Amounts.” Axios.

Hendrawan, A. Y., Wenas, M. L., & Gunawan, G. (2023). Integration of Christ’s Love in Family Discipleship to Overcome Fear of Missing Out (FOMO) in Generation Z. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 7(2), 101. https://doi.org/10.46445/ejti.v7i2.443

Hidayattullah, B., Sari, M. P., Suryana, E., & Abdurahmansyah, A. (2023). Perkembangan Fisik, Kognitif, Sosial dan Emosi pada Bayi Menurut Teori Jean Piaget Serta Penanaman Nilai Agamanya. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(9), 6885–6894. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2242

Husna, A., Kasim, J., Fitria, N., Nurmayanti, N., & Jannah, A. A. (2023). Penerapan Permainan Outdoor Untuk Meningkatkan Kemampuan Jati Diri Anak. Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal, 1(2), 73–82. https://doi.org/10.59638/ihyaulum.v1i2.85

Iqbal, M. (2022). Telaah Pikiran Jean Piaget Terhadap Tahap Perkembangan Kognitif pada Anak di Usia 2 sampai 11 Tahun. Jurnal PenKoMi: Kajian Pendidikan & Ekonomi, 5(2), 108–116.

Kasingku, J., & Sanger, A. H. F. (2023). Dunia Digital vs Dunia Rohani: Dilema Dalam Pertumbuhan Anak. Journal of Education Research, 4(3), 1325–1330. https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.476

Khaironi, M. (2017). Pendidikan moral pada anak usia dini. Golden Age, 1, 1.

Khasanah, L. (2023). Generasi Emas anak usia dini. Pustaka Peradaban.

Kristian, Y., Zega1, Siahaan2, R., Lase3, M. B., Harefa4, D., & S, D. L. (2022). Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Peran Guru Sekolah Minggu Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Di Era Teknologi, 1(2), 50.

Lodewijk, D. P. Y. (2017). Gadget Free parenthing: mengalihkan perhatian anak dari dunia maya ke dunia nyata. Guepedia.

Mayer, B. A. (2023). Toddlers Who Had Screen Time as Infants Experienced Developmental Delays, Study Shows. Parents.

McDaniel, B. T., Rasmussen, S., Reining, L., Culp, L., & Deverell, K. (2023). Pilot Study of a Screen-Free Week: Exploration of Changes in Parent and Child Screen Time, Parent Well-Being and Attitudes, and Parent-Child Relationship Quality. Human Behavior and Emerging Technologies, 2023, 12–14. https://doi.org/10.1155/2023/5545779

Mekhail, K. T., Blom, L., & Rydström, L. L. (2024). Young children’s screen habits and first-time parents’ reflections on screen use in socioeconomically disadvantaged Swedish settings: a mixed methods study. BMC Public Health, 24(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12889-024-19557-9

Mulyani, E., Angkouw, S. R., & Joswanto, A. (2022). Keteladanan Yesus Mengajar Murid-Murid dan Implikasinya bagi Pelayanan Sekolah Minggu. REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, 2(1), 30–44. https://doi.org/10.53547/rdj.v2i1.151

Musthofiyyah, R., Mustakimah, M., & Muthohar, S. (2025). Penggunaan Metode Bermain Peran (Role Playing) untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(1), 20–30. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i1.902

Nainggolan, S. (2021). Peran Orang Tua Untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah Keluarga Berdasarkan Ulangan 6:7. PEADA’ : Jurnal Pendidikan Kristen, 2(2), 102–121. https://doi.org/10.34307/peada.v2i2.43

OKTAVIA, W. (2024). Peran digital parenting terhadap perkembangan moral anak di Kebulusan Kebumen. Eprints.Walisongo.Ac.Id.

Pangastuti, R. (2017). Fenomena Gadget dan Perkembangan Sosial bagi Anak Usia Dini. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 2(2), 165–174.

Pasa, M. L. K. K. (2021). Pentingnya Pengasuhan Orangtua dalam Meningkatkan kuulitas sensori motorik anak usia dini (0-2 tahun) melalui sisitem pembelajaran audio visual. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1 no 2.

Pattipeiluhu, K., & Tasijawa, R. (2024). Fungsi Kontrol Keluarga Kristen dan Pembentukan Karakter Anak Generasi Alpha: Sebuah Studi Kasus di GKI EL-ROI Sentani. Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 40–53. https://doi.org/10.53547/realkiddos.v3i1.589

PGSD. (2024). Aneka inovasi pembelajaran dari studi kepustakaan. Uwais Inspirasi Indonesia.

Pieget, J. and B. I. (2010). The Psychology of the Child (terj). Pustaka Belajar.

Pradona, S., & Qarni, W. (2023). Analisis Dampak Penggunaan Gawai terhadap Perkembangan Psikososial Anak. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 460–469. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i1.248

Pyne, B., Asmara, O., & Morawska, A. (2025). The Impact of Modifiable Parenting Factors on the Screen Use of Children Five Years or Younger: A Systematic Review. Clinical Child and Family Psychology Review, 28(2), 458–490. https://doi.org/10.1007/s10567-025-00523-9

Respati, T. E., Susmiarti;, & Yuliasma. (2017). Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Melalui Rangsangan Audio Di Tk Teladan Pertiwi Tunas Harapan Kota Bukittinggi. Sendratasik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 6(1), 27–32.

Telaumbanua, S., Dakhi, N. N., & Putri Ziliwu, E. S. (2024). Pendidikan dan Pembinaan Rohani Anak Usia Dini di Era Digital Berdasarkan 2 Timotius 3:15. Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 106–119. https://doi.org/10.53547/realkiddos.v2i2.529

Tololiu, N., & Kondorura, N. T. (2025). Model Pembelajaran Inklusif Menurut 1 Korintus 12:12-25 dalam Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 7(1), 310–322. https://doi.org/10.37364/jireh.v7i1.438

Wiresti, R. D., & Na’imah, N. (2020). Aspek Perkembangan Anak : Urgensitas Ditinjau dalam Paradigma Psikologi Perkembangan Anak. Aulad : Journal on Early Childhood, 3(1), 36–44. https://doi.org/10.31004/aulad.v3i1.53

Yapen, M. R., Watak, S. R., & Elias, T. F. E. (2024). Peranan Orang Tua Dalam Mendorong Anak Ke Sekolah Minggu. Neria, 2(1), 044–064. https://doi.org/10.56942/jurnalneria.v2i1.180

Yulianto, E., Mansoer, Z., & Mappapoleonro, A. M. (2025). Peran Orang Tua dalam Mengendalikan Penggunaan Gawai dan Implikasinya terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini. Jurnal Cerlang Pendidikan Anak Usia Dini (JCPAUD), 1–4.

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Screen Free Parenting  dengan Kegiatan Alternatif yang Kreatif bagi Orang Tua Kristen dalam Membimbing Anak Usia Dini. (2025). Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 1-21. https://doi.org/10.53547/jj5b0p50