Kehilangan Hutan, Kehilangan Masa Depan: Krisis Ekologi Dalam Pendekatan Biblis

Authors

  • Fredrik Warwer Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Yakob Godlif Malatuny Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Santy Layan Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

DOI:

https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i1.446

Abstract

The destruction of forests in Indonesia has resulted in disasters and threatens the future of humanity on earth. Using forests for personal interests is an action that humans should prohibit. Theological reflection or Christian perspective studies are needed to encourage a contemplative approach to forests. This paper aims to examine the issue of ecological crisis in Indonesia with a biblical approach. A qualitative methodology of literature review approach is used in this article. The research reveals that deforestation continues to be the most significant form of land degradation in Indonesia. Although the Central Bureau of Statistics reported a substantial decrease in deforestation in Indonesia from 2019 to 2020, the country lost 213 million hectares of forest, equivalent to 3.5 times the size of Bali Island, between 2015 and 2020. Therefore, eco theology seeks to critique the Christian tradition to raise public awareness of the ecological crisis and not just concern for the environment. Awareness of forest sustainability should be instilled in the younger generation through planting programs to develop a sense of belonging, appreciation, and responsibility for the forest. This is an expression of gratitude to the Owner, God, while at the same time showing love to others and ensuring the preservation of the planet for future generations. Keywords: Forest Loss, Future Loss, Ecological Crisis, Biblical Approach

Keywords: forest los; future loss; ecological crisis; biblical approach

Abstrak

Kerusakan hutan di Indonesia mengakibatkan bencana dan mengancam masa depan umat manusia di muka bumi. Pemanfaatan hutan untuk kepentingan pribadi adalah tindakan yang seharusnya dilarang oleh manusia. Dibutuhkan refleksi teologi atau kajian perspektif Kristen untuk mendorong pendekatan kontemplatif terhadap hutan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji persoalan krisis ekologi di Indonesia dengan pendekatan biblis. Metodologi kualitatif pendekatan tinjauan literatur digunakan dalam artikel ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa deforestasi terus menjadi bentuk degradasi lahan yang paling signifikan di Indonesia. Meskipun Badan Pusat Statistik melaporkan penurunan deforestasi yang signifikan di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2020, kenyataannya negara ini kehilangan 213 juta hektar hutan, atau setara dengan 3,5 kali luas Pulau Bali, antara tahun 2015 dan 2020. Oleh karena itu, ekoteologi berusaha untuk mengkritik tradisi Kristen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang krisis ekologi, dan bukan hanya sekedar kepedulian terhadap lingkungan. Kesadaran akan kelestarian hutan harus ditanamkan kepada generasi muda melalui program penanaman, sehingga mereka dapat mengembangkan rasa memiliki, menghargai, dan bertanggung jawab terhadap hutan. Hal ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pemilik, Tuhan, dan sekaligus menunjukkan rasa cinta kasih kepada sesama, serta memastikan kelestarian planet ini untuk generasi mendatang.

Kata Kunci: kehilangan hutan; kehilangan masa depan; krisis ekologi; pendekatan biblis

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Fredrik Warwer, Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
    Dosen Pascasarjana, STAKPN Sentani

References

Anderson, Heri. Manusia Dan Alam Sekitar: Penuntun Kepada Etika Lingkungan Hidup Menuju Kepada Pertobatan Ekologi. Jakarta: Vieka Wahana Semesta, 2015.

Ayhuan, Vilma Vielda, Nancy Novitra Souisa, and Monike Hukubun. “Alam Sebagai Baileo Kehidupan: Suatu Kajian Teologi.†ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama 3, no. 2 (2021): 122–141.

Borrong, Robert P. Etika Bumi Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Borrong, Robert P. “Kronik Ekoteologi: Berteologi Dalam Konteks Krisis Lingkungan.†Stulos 17, no. 2 (2019): 185–212.

Edwards, Denis. Ecotheology: Science and Religion Primer. Grand Rapids: Baker, 2009.

Erari, Karel Phil. Spirit Ekologi Integral: Sekitar Ancaman Perubahan Iklim Global Dan Respons Perspektif Budaya Melanesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.

Geisler, Norman. “Etika Kristen: Pilihan Dan Isu Kontemporer.†Malang: SAAT (2010).

Harisuddin. “International Day of Forests 2021.†Last modified 2021. https://bemu.umm.ac.id/id/berita/international-day-of-forests-2021.html.

Kumurur, Veronica, and William Nangoy. “Cara Pandang Penyelenggaraan Pemerintah Dan Krisis Ekologi Berkelanjutan.†Ekoton 9, no. 1 (2009): 59–68.

Lake, Sani. “Memulihkan Keutuhan Ciptaan: Refleksi Teologis Ekologi Dalam Dimensi Pembebasan.†SEPAKAT: Jurnal Pastoral Kateketik 2, no. 2 (2016): 207–234.

Larry L. Rasmussen. Komunitas Bumi Dan Etika Bumi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Layan, Santy. “Debet Pai Kendik: Kajian Teologi Kontekstual Terhadap Pandangan Masyarakat Moi, Sentani Barat, Tentang Pemeliharaan Lingkungan Hidup.†KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 8, no. 1 (2022).

Nainggolan, Herman, Rumenta Santiany, Sherly Tamer Leo Evangelin Pua, and A Bancin Favor. “Kerusakan Lingkungan, Peran Dan Tanggung Jawab Gereja.†Jakarta: Kementerian RI, PGI & United Evangelical Mission (2011).

Nazir. Metode Penelitian,. Jakarta: Rineka Cipta, 1998.

Oriz Anugerah Putra, Agiel Prakoso dan Iola Abas. “Waspada Kerentanan Kebakaran Hutan Dan Lahan Tahun 2022.†Pantaugambut.Id. Last modified 2022. https://pantaugambut.id/publikasi/waspada-kerentanan-kebakaran-hutan-dan-lahan-tahun-2022.

Patora, Marianus. “Peranan Kekristenan Dalam Menghadapi Masalah Ekologi.†Jurnal Teruna Bhakti 1, no. 2 (2019): 117–127.

Rahmanisa, Fathia. “Tingkatkan Perhatian Terhadap Lingkungan Cegah Semakin Parahnya Deforestasi.†Last modified 2022. https://www.its.ac.id/news/2022/06/17/tingkatkan-perhatian-terhadap-lingkungan-cegah-semakin-parahnya-deforestasi/.

Remikatu, Jefri Hina. “Teologi Ekologi: Suatu Isu Etika Menuju Eskatologi Kristen.†CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 1, no. 1 (2020).

Sambodo, Katmoko Ari, Mulia Inda Rahayu, Novie Indriasari, and M Natsir. “Klasifikasi Hutan-Non Hutan Data Alos Palsar Menggunakan Metode Random Forest.†In Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014, 120–127. LAPAN, 2014.

Setiawan, David Eko, and Silas Dismas Mandowen. “Pendekatan Pastoral Terhadap Pelestarian Hutan.†HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021).

Stanislaus, Surip, and O F M Cap. Mengelola Dan Memelihara Taman Eden: Inspirasi Biblis Peduli Ekologi. Yogyakarta: Kanisius, 2019.

Stevanus, Kalis. “Pelestarian Alam Sebagai Perwujudan Mandat Pembangunan: Suatu Kajian Etis-Teologis.†Kurios 5, no. 2 (2019).

Tjumano, Datauk. “Kerusakan Lingkungan Hidup Di Indonesia.†Jurnal Intelijent. Net Verba Volant Scriptta Manent (2018).

Triani. “Kerusakan Hutan.†Last modified 2020. https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/Kerusakan_Hutan_dan_dampaknya_bagi_ kehidupan.pdf.

Utina, Ramli, and Dewi Wahyuni K Baderan. “Ekologi Dan Lingkungan Hidup. Gorontalo.†UNG Press. Available at: http://repository. ung. ac. id/karyailmiah/show/321 …, 2015.

Watloly, Aholiab. Cermin Eksistensi Masyarakat Kepulauan Dalam Membangun Bangsa: Perspektif Indigenous Orang Maluku. Jakarta: Intermedia Ciptanusantara, 2013.

Westermann, Claus. Genesis. New York: Eerdmans Publishing, 2004.

Published

06/27/2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kehilangan Hutan, Kehilangan Masa Depan: Krisis Ekologi Dalam Pendekatan Biblis. (2024). DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 7(1), 55-70. https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i1.446