Papua dan Panggilan Macedonia di Zaman Milenium Baru

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53547/diegesis.v2i1.50

Abstract

Mission is an integral part of Christianity. The activities of the western world mission that have sent 164 years of missionaries to the land of Papua have no impact on Papua. The existence of the church of God in the land of Papua also has no impact and significance for the people of Papua. Papua lost its identity as a gospel land. The high level of Islamization, the low level of education, and the high level of poverty makes it necessary for Papua to be helped. Papua is calling as Macedonia calls in the millennium.

 

Abstrak

Misi merupakan bagian yang integral dengan agama Kristen. Kegiatan misi dunia barat yang sudah mengutus misionari 164 tahun ke tanah  Papua, tidak membaw dampak bagi Papua Keberadaan gereja Tuhan di tanah papua juga tidak membawa dampak dan berarti bagi penduduk papua. Papua kehilangan jati diri sebagai tanah injil. Tingginya islamisasi, rendahnya tingkat pendidikan dan tingginya kemiskinan membuat papua perlu di tolong. Papua sedang memanggil seperti Panggilan Macedonia di jaman millennium.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A.N Ipenburg, A Church History of West Papua, 2004

Erdianto Kristin, Sektor Pendidikan Papua Buruk, Pemerintah Upayakan Percepatan Pembangunan" Data Departemen Pendidikan yang di-publish Kompas 15/7/2017

Hess Tom, The Watchmen, 2008.

Indeks pembangunan manusia, Badan Pusat Statistic Nasional, 2016

Kamseno Sigit: Melacak Jejak-jejak Islam di Tanah Papua, Redaktur Bima islam www.kemenag.go.id diakses February 2018

Ruth Tucker. From Jerusalem to Irian Jaya: A Biographical History of Christian Missions, 1983.

www.ilmupengetahuanumum.com, diakses April 2019

www.scribd.com.document. diakses April 2019

https://hukumonline.com, diakses 02 May 2019

Downloads

Published

06/06/2019

Issue

Section

Articles

How to Cite

Papua dan Panggilan Macedonia di Zaman Milenium Baru. (2019). DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 2(1), 35-38. https://doi.org/10.53547/diegesis.v2i1.50