Kasih, Damai, dan Keadilan sebagai Dasar Etika Demonstrasi dalam Perspektif Kristen
DOI:
https://doi.org/10.53547/dvq3ks02Keywords:
etika berdemostrasi, etika Kristen, integritas iman, kasih dan perdamaian, kesadaran publikAbstract
The phenomenon of demonstrations within the modern socio-political landscape places Christians in an ethical dilemma between the call to pursue justice and the commitment to uphold love and peace. Using a qualitative approach through literature study and contextual theological reflection, this research examines how Christian ethics can serve as a normative framework for Christian participation in public protests. The findings demonstrate that demonstrations carried out with pure motives, integrity of faith, and non-violent principles are consistent with the values of the Gospel. Furthermore, this study offers a theological reinterpretation that the concept of love cannot be reduced to passive, gentle, or conflict-avoiding attitudes, but may also be expressed through prophetic actions such as firm protest, sharp critique, and bold speech aimed at upholding truth and defending human dignity. In this sense, love functions as a moral force that does not generate chaos but awakens public moral consciousness, restrains injustice, and promotes more humane social transformation. Thus, this study expands the discourse of public theology by asserting that love, peace, and justice constitute the ethical foundation that guides Christians in maintaining the integrity of their faith within the public sphere.
Keywords: ethics of demonstration; Christian ethics; integrity of faith; love and peace; public awareness
Abstrak
Fenomena demonstrasi dalam konteks sosial-politik modern menempatkan orang Kristen pada dilema etis antara panggilan memperjuangkan keadilan dan komitmen terhadap kasih serta damai. Penelitian ini, melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan refleksi teologi kontekstual, menelaah bagaimana etika Kristen dapat menjadi kerangka normatif bagi partisipasi umat dalam aksi demonstrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa demonstrasi yang dilakukan dengan motivasi murni, integritas iman, dan prinsip non-kekerasan selaras dengan nilai-nilai Injil. Lebih jauh, penelitian ini menawarkan reinterpretasi teologis bahwa konsep kasih tidak dapat direduksi pada sikap pasif, lembut, atau menghindari konflik, tetapi dapat terwujud dalam ekspresi profetis seperti protes tegas, kritik tajam, dan suara lantang yang bertujuan menegakkan kebenaran serta membela martabat manusia. Dalam pengertian ini, kasih berfungsi sebagai energi moral yang bukan menciptakan kekacauan, tetapi membangkitkan kesadaran publik, menahan laju ketidakadilan, dan mendorong perubahan sosial yang lebih manusiawi. Dengan demikian, penelitian ini memperluas diskursus teologi publik dengan menegaskan bahwa kasih, damai, dan keadilan merupakan fondasi etika demonstrasi yang membimbing orang Kristen menjaga integritas iman di ruang publik.
Kata kunci: etika berdemostrasi; etika Kristen; integritas iman; kasih dan perdamaian; kesadaran publik
Downloads
References
Muhamad Abas and Arif Nur Alam. “Demonstrasi Mahasiswa, Aktualisasi Diri dan Komunikasi Publik.” Jurnal Deliberatif, 2023, 51–69.
Yonatan Alex Arifianto and Reni Triposa. “Menerapkan Matius 5:13 Tentang Garam Dunia di Tengah Era Disrupsi.” SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristian, 2021, 92–106.
Hadiqoh Asmuni and Vaesol W. E. Irawan. “Peran Media Sosial dalam Membentuk Persepsi Keagamaan di Kalangan Generasi Muda.” Momentum: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 2025, 90–99.
Shinta Dwi Ayu and Abdul Haris Maulana. “Saat Ojol Gelar Aksi Damai di Monas: Bagikan Bunga hingga Bermaaf-maafan dengan Polisi Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ‘Saat Ojol Gelar Aksi Damai di Monas: Bagikan Bunga hingga Bermaaf-maafan dengan Polisi.’” Kompas.com, Jakarta, 2025.
Cory Febrica Bella. “Gereja Terpanggil Menyuarakan Isu Sosial Melalui Pemimpin Gereja: Analisis Walter Rauschenbusch Terhadap Jabatan Kepemimpinan di Gereja.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 2022, 140–52.
Theresiani Bheka and Teresia Noiman Derung. “Pengaruh Agama Terhadap Hidup Sosial Masyarakat dalam Perspektif Sosiologi.” Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia, 2024, 197–222.
Romelus Blegur, Hari Wahyudi, Nico Pabayo Gading, and Leniwan Darmawati Gea. “Tanggung Jawab Sosial Misi Kristen: Sebuah Panggilan bagi Gereja untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah.” Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2025, 20–35.
Yustus Leonard Buan and Huwae Wiesye Elena. “Peran Gereja dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat : Respons terhadap Disrupsi Sosial Masyarakat Kristen.” Yada – Jurnal Teologi Biblika & Reformasi, 2023, 1–18.
Heryson Butar-Butar. “Manifestasi Kasih Dan Keadilan Allah: Kajian Etis-Teologis Tentang Kekerasan.” Manna Rafflesia, 2023, 358–77.
Yosua Feliciano Camerling. “Demokrasi Politik dalam Perspektif Pentakostalisme dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Berdemokrasi di Indonesia.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 2025, 59–74.
Richardo Cinema. “Protest And The Holy Spirit: A Preliminary Attempt at Building a Theological Connection.” Indonesian Journal of Theology, 2025, 78–110.
Nadia Kusuma Dewi. “Reformasi 1998: Transisi dari Orde Baru ke Era Demokrasi di Indonesia.” Historia Vitae: Seri Pengetahuan dan Pengajaran Sejarah, 2024, 20–37.
M. Th Dr. Irawan Budi Lukmono, S. Sos. Agent of Peace: Menjadi Pembawa Damai seperti Teladan Kristus. PBMR ANDI, Yogyakarta, 2024.
Martinus Dam Febrianto. “Gerakan Sosial Berbasis Media Sosial Dalam Perspektif Moral Sosial.” Jurnal Teologi, 2022, 33–52.
Fajar Gumelar and Hengki Wijaya. “Peran Gereja Masa Kini Menyikapi Teologi Pembebasan Gutiérrez.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja, 2019, 14–26.
Claudia Kann, Sarah Hashash, Zachary S. Threlkeld, and R. Michael. “Collective Identity In Collective Action: Evidence from the 2020 Summer BLM protest.” Frontiers in Political Science, 2023, 1–15.
Heintje Barry Kobstan and Doddy Ariawan. “Menerjemahkan Ajaran Kristus Ke Dalam Tindakan Sosial.” Jurnal Teologi dan Penggerak, 2025, 26–47.
KumparanNews. “Tito Kenang Konflik GKI Yasmin: Demo di Depan Istana Terus, Bikin Saya Pusing.” KumparanNews, 2023.
Endang Kusumastuti. “Massa Mahasiswa di Solo Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga di Bundaran Gladak.” Suarakarya.id.
Dharma Leksana. “Demonstrasi Menurut Ajaran Kristen: Telaah Biblis, Teologis, dan Etis.” Marturia Digital, 2025.
Timothy M. B. J. Lempoy, Renny N.S. Koloay, and Prisillia Worung. “Tinjauan Yuridis Tentang Demonstrasi Yang Mempengaruhi Aktivitas Demokrasi Di Indonesia.” Lex Crimen: Jurnal Fakultas Hukum UNSRAT, 2025, 167–86.
Frans M. P. Lumbantobing and Supriadi Siburian. “Makna Mengampuni Studi Eksegesis Matius 18:21-22 dan Relevansinya terhadap Kehidupan Kristen Saat Ini.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik, 2024, 164–82.
Yan Malino, Agus Supratikno, and Irene Ludji. “Agama Dan Etika Politik: Peran Gereja dalam Diskursus Etika Politik Era Reformasi.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2024, 684–705.
Kosma Manurung. “Memaknai Ajaran Alkitab Tentang Keadilan Allah Dari Sudut Pandang Teologi Pentakosta.” Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 2021.
Dede Leni Mardianti. “Kronologi Demo Memprotes DPR hingga Meluas Berubah Penjarahan.” TEMPO, 2025.
Harapan Nainggolan, Jhon Remofe Malau, and Yosua Michael Nainggolan. “Ketundukan kepada Pemimpin dalam Ketegangan Iman dan Keadilan: Studi Biblika dan Etika Publik Kristen Masa Kini.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 2025, 87–101.
Djone Georges Nicolas, Tirza Manaroinsong, Lasino J. W. Putro, Lastri Hutagalung, and Yustisia Siregar. “The Irony of The Crisis of Love in Today’s Christ Followers.” MUDIMA: Jurnal Multidisiplin Madani, 2022, 2479–96.
Otniel Aurelius Nole. “Hubungan Umat dan Pemerintah: Studi Hermeneutik terhadap Roma 13:1-7.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan, 2023, 140–54.
Aulia Nopriani, Intan Cahyati, and Arrizki Ramadhn. “Partisipasi Generasi Muda Dalam Mewujudkan Demokrasi Berkualitas.” SALUT: Journal Of Social And Education, 2025, 66–80.
Yosephin Pasaribu. “Wadidaw! Aksi Damai Ternyata Lebih Efektif dari Anarkis, Ini Buktinya Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wadidaw! Aksi Damai Ternyata Lebih Efektif dari Anarkis, Ini Buktinya, Penulis: Yosephin Pasaribu Editor: Content Writer.” Tribunnews.com, 2025.
Ryan Sara Pratiwi and Fitria Chusna Farisa. “Kesaksian Jemaat soal Perselisihan Penggunaan Gereja di Cawang yang Berujung Bentrok Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ‘Kesaksian Jemaat soal Perselisihan Penggunaan Gereja di Cawang yang Berujung Bentrok’, Klik untuk baca: Kompascom+ ba.” Kompas.com, 2024.
Maria Renata. “Salsa Erwina, Aktivis Muda yang Berani Tantang Debat Ahmad Sahroni Soal Kontroversi Tunjangan DPR.” SurabayaInside, 2025.
Muhammad Afdan Rojabi. Tata Cara Demonstrasi Aman & Legal di Indonesia. Afdan Rojabi Publisher, Bogor, 2025.
Yudhy Sanjaya, Viktor Deni Siregar, Moralman Gulo, and Rame Irma Ida Sihombing. “Kontekstualisasi Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Karakter Pancasila Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Real Batam.” REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, 2025, 32–46.
Tjutjun Setiawan, Tonny Andrian Stefanus, Ronald Rachmat, Andreas Kurniawan, and Simon Simon. “Edukasi Wawasan Kebangsaan: Tanggung Jawab Sosial Umat Kristen Dalam Pemilu 2024.” Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2024, 52–69.
Suryanto Sidabutar. “Strategi Gereja Membangun Opini Publik Positif di Era Digital : Mengelola Perbedaan Teologi.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 2025, 167–91.
Roedy Silitonga. “Respons Kristen Terhadap Perbudakan: Perspektif Moral, Biblika, Dan Teologi Reformed.” Manna Rafflesia, 2025, 460–80.
Ridwan Henry Simamora. “Gereja Dan Transformasi Kristen Suatu Tinjauan Kritis Terhadap Misi Gerakan Transformasi.” Missio Ecclesiae, 2013, 85–110.
Hendrick Sine. Kebenaran-Kebenaran yang Memberi Inspirasi, Pencerahan, dan Nilai Kehidupan. PBMR ANDI, Yogyakarta, 2024.
Emanuel Gerrit Singgih. Dari Ruang Privat ke Ruang Publik (Sebuah Kumpulan Tulisan Teologi Kontekstual Emanuel Gerrit Singgih). PT KANISIUS, Yogyakarta, 2020.
Sopiani, Dini, Rorin A. Nadiya, Retno Natanael, and Eva Inriani. “Forgiveness As Solidarity In Christian Education Based On Johann Baptist Metz.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 2023, 480–88.
Aulia Supintou. “Kronologi Salsa Erwina Tantang Debat Ahmada Sahroni, Kini di Block?” IDN Times, 2025.
Hery Susanto and Theodorus Miraji. “Misi Gereja Sebagai Pembawa Damai Dalam Konteks Indonesia Ditinjau Dari Lukas 12:51.” LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 2022, 58–69.
Adi Sutiyawan. “Aksi Anarkis hingga Penjarahan Demo DPR di Indonesia jadi Sorotan Dunia.” Insibernews, 2025.
Mario Taliwuna. “Relasi Agama dan Politik di Indonesia: Pendekatan Teologis Kristen Terhadap Dinamika Demokrasi.” SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristianan Kristen, 2025, 27–38.
Ayunike Waoma and Aprianus Ledrik Moimau. “Sifat Penghakiman dalam Kehidupan Kristen: Menemukan Keseimbangan Antara Keadilan dan Kasih.” Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 2024, 114–22.
Oey Natanael Winanto and Johnnie Manopo. “Relasi Gereja, Negara, dan Masyarakat.” Journal of Religious and Socio-Cultural, 2023, 1–25.
K Yusuf, S Rudianto, and M Bambangan. “Membangun Kesejahteraan Jemaat Pedalaman: Strategi Kepemimpinan Gereja Berdasarkan Teladan Yusuf Dalam Mengintegrasikan Iman dan Ekonomi.” Alucio Dei, 2025, 103–21.
Nikarni Zai and Junidar Gulo. “Panggilan Kristen Dalam Politik: Melayani Dengan Integritas Dan Kasih.” Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2024, 30–45.
Sonny Zaluchu. “Sudut Pandang Etika Kristen Menyikapi Pembangkangan Sipil (Civil Disobedience).” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2018, 24.
Yanuar Ada Zega and Riste Tioma Silaen. “Pembimbingan Jemaat Di GKSI Isa Almasih Taman Mini Dalam Menolak Politik Uang.” Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2024, 70–85.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Estheria Kurnia, Yanto Paulus Hermanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
All articles published in Diegesis: Jurnal Teologi Pentakosta Kharismatika are protected by copyright. The copyright is fully retained by the authors, while the journal holds the right to publish and distribute the articles in both print and electronic formats.
Articles published in this journal are licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). This license allows readers to:
- Properly attribute the author(s) and the journal.
- Use the article for non-commercial purposes only.
- Distribute any derivative works under the same license.
For uses beyond the scope of this license—such as commercial purposes or modifications not permitted by the license—users must obtain written permission from the author(s) or the journal publisher. For further information regarding copyright or permission requests, please contact us through the journal's official website or editorial support email.


