Church-centric Bible translation as a Model of Community service in Seaman Communities

Authors

  • Fredy Simanjuntak Real Batam Theological Seminary, Indonesia
  • Russ Perry UnfoldingWords, USA
  • Matius Lim Gereja Bethel Indonesia, House of Glory, Batam
  • Timotius Mangiring Tua Togatorop Real Batam Theological Seminary, Indonesia
  • Daniel Robert Tangkere Real Batam Theological Seminary, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53547/fecyvr44

Keywords:

bible translation, church-centric bible translation, community empowerment, community service, seaman community

Abstract

This community service program examines the process of Bible translation into the Seaman language, hereafter referred to as Seaman, using a church-centric Bible translation approach that places the local church and community as active participants in the translation process. The Seaman community is a coastal group facing serious challenges, including the endangerment of their mother tongue, low literacy levels, and the marginalization of cultural and religious identities. This program was implemented through collaboration between a theological institution, a Bible translation foundation, a local church, and Seaman families who still possess competence in the indigenous language. The method employed a participatory and contextual approach, involving intergenerational speakers as well as ongoing spiritual and community accompaniment. The results indicate that Bible translation functions not only as a means of Christian faith proclamation but also as a medium for language preservation, strengthening community identity, and empowering the local church in contextual mission. Furthermore, the process created spaces for interfaith dialogue within families and the wider community. This program demonstrates that Church-centric Bible translation can serve as a holistic, transformative, and relevant model of community service for indigenous and minority language communities.

Keywords: bible translation, church-centric bible translation, community empowerment, community service, seaman community

Abstrak

Program pengabdian masyarakat ini mengkaji proses penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Seaman, selanjutnya disebut "Seaman," dengan menggunakan pendekatan penerjemahan Alkitab yang berpusat pada gereja, yang menempatkan gereja lokal dan komunitas sebagai peserta aktif dalam proses penerjemahan. Komunitas Seaman adalah kelompok pesisir yang menghadapi tantangan serius, meliputi terancamnya bahasa ibu mereka, rendahnya tingkat literasi, serta terpinggirkannya identitas budaya dan keagamaan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara lembaga teologi, yayasan penerjemahan Alkitab, gereja lokal, dan keluarga-keluarga Seaman yang masih memiliki kompetensi dalam bahasa asli tersebut. Metode yang digunakan menerapkan pendekatan partisipatif dan kontekstual, dengan melibatkan penutur antargenerasi serta pendampingan spiritual dan komunitas yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan Alkitab tidak hanya berfungsi sebagai sarana proklamasi iman Kristen, tetapi juga sebagai media pelestarian bahasa, penguatan identitas komunitas, dan pemberdayaan gereja lokal dalam misi kontekstual. Lebih lanjut, proses ini menciptakan ruang dialog antaragama dalam keluarga dan komunitas yang lebih luas. Program ini membuktikan bahwa penerjemahan Alkitab yang berpusat pada gereja dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang holistik, transformatif, dan relevan bagi komunitas bahasa asli dan bahasa minoritas.

Kata Kunci: penerjemahan Alkitab; penerjemahan Alkitab berpusat gereja; pemberdayaan komunitas; pengabdian masyarakat; komunitas Seaman

Downloads

Download data is not yet available.

References

Rubin Adi Abraham. “Penerjemahan Alkitab ke Bahasa Ibu: Strategi Misi Kontekstual dan Transformasi Spiritualitas Jemaat.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi, 2025.

Karl Anderbeck. “The Malayic-speaking Orang Laut Dialects and directions for research.” Wacana: Journal of The Humanities in Indonesia, 2012, 265–312.

John Barton. The word: on the translation of the Bible. Random House, 2022.

Chinelo Ezenwa. Bible Translations And Literary Responses: Re-reading Missionary Interventions In Africa Through Local Perspectives. Diss. The University of Western Ontario, Canada, 2021.

Margaret Hill and Harriet Hill. Translating the Bible into action: How the Bible can be relevant in all languages and cultures. Langham Publishing, 2022.

Awaliyah Ainun Inun and Awaliyah Ainun Niswah. “Revitalisasi Bahasa Minoritas di Indonesia.” ETNOLINGUAL, 2022, 113–134.

Ngole David Kome. “Bible Translation as Mission: Towards an Assessment of the Use of Translated Scriptures and Their Missional Impact in Bakossi, Southwest Cameroon.” South African Theological Seminary, 2021.

Candra Gunawan Marisi, Upa Silaen, and Fredy Simanjuntak. “Pemuridan yang Berpusat pada Yesus bagi Generasi Z dalam Menghadapi Tantangan Relativisme.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 2024, 130–40.

Jear Niklas Dominggus Karniatu Nenohai. “Penerjemahan sebagai Media Pekabaran Injil Middelkoop Ditinjau dari Perspektif Hermeneutika Hans Georg Gadamer.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, 2018.

Jabes Pasaribu, Candra Gunawan Marisi, Deo Purba, Upa Silaen, and Tiurma Basa Marina Simanjuntak. “Misi Dan Pelayanan Kesehatan Serta Pendidikan Di Desa Air Gelubi.” Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2025, 1–14.

Edo Galih Permadi. “Politik Bahasa Pada Masa Pendudukan Jepang.” Avatara, 2015.

Tshitangoni C. Rabali. “Bible translations for the minorities’ languages today: A biblical theological exploration.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 2021.

Atik Rahmawati. “Kehidupan Suku Laut di Batam: Sebuah Fenomena Kebijakan Pembangunan di Pulau Bertam Kota Batam.” Share Social Work Journal, 2014, 1–12.

Fredy Simanjuntak. “Menelisik Spiritualitas Gerakan Pentakostal-Kharismatik dalam Potret Megachurch di Indonesia.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 2023, 86–103.

Fredy Simanjuntak, Linus Baito, and Welko Henro Marpaung. “Dari padang gurun hingga ke belantara posmodernisme: Refleksi perjalanan spiritualitas gereja.” KURIOS, 2022, 1.

Fredy Simanjuntak, Alexander Djuang Papay, Ardianto Lahagu, Rita Evimalinda, and Yusak Hentrias Ferry. “Refleksi konseptual misi Yesus melalui keramahan gereja di Indonesia.” KURIOS, 2021, 259.

Ebenhaizer I Nuban Timo and Bobby Kurnia Putrawan. “The Bible In Contextual Theological Work In Indonesia.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 2021, 1–24.

Sigit Triyono. “Spiritualitas ‘Bahasa Ibu.’” 2021.

Downloads

Published

2026-03-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Church-centric Bible translation as a Model of Community service in Seaman Communities. (2026). Real Coster : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1), 1-19. https://doi.org/10.53547/fecyvr44

Similar Articles

21-30 of 77

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>